Langsung ke konten utama

Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) Targetkan Kepengurusan yang Progresif dan Solutif



Dokumentasi : lapmimalang/Alvira

Malang, LAPMI - Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) Cabang Malang mengadakan kegiatan Pelantikan Pengurus periode 1442H-1443H/2020-2021. Minggu, (28/03/2021). Kegiatan Pelantikan Pengurus LSMI ini dilaksanakan di Gedung KNPI Jl. Kawi No.24C, Kauman, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116 dengan mengangkat Tema “Meningkatkan profesionalitas dan loyalitas menuju kepengurusan LSMI yang progresif dan solutif”.

Menurut Direktur LSMI Moh. Yusuf K., tantangan LSMI saat ini adalah timbulnya pandemi COVID-19 dan minimnya SDM LSMI. “Kalau mau bicara minat dan bakat saya yakin bahwa kawan-kawan dari tiap-tiap komisariat itu ada minat dan bakatnya di 5 divisi yang ada di LSMI ini, tetapi daya tarik mereka ke LSMI itu bisa dibilang tidak ada, artinya bukan letaknya di kader kawan-kawan komisariat tapi itu kesalahan mungkin letaknya dari kita sendiri di LSMI, intinya berada di nilai jual. Harapannya di beberapa divisi kita lebih aktif dan intens komunikasi ke tiap-tiap komisariat”. jelasnya.

Direktur LSMI juga menjelaskan bahwa visi misinya yaitu mengembalikan keharmonisan di LSMI. Hal ini dikarenakan LSMI dikenal sebagai organisasi kekeluargaan yang kental. Artinya, dari generasi ke generasi dengan tema kondisi yang dilihat semuanya sama rata. “Kalau untuk visi misi saya yaitu ada 2 yaitu revitalisasi LSMI dan legalitas LSMI yang intinya jangan kita yang diundang tapi kita yang mengundang agar legalitas kita ada karena kita ini organisasi bukan komunitas” Tuturnya.

Ia menjelaskan guna merealisasikan visi misi yaitu lebih tekankan ke pengurus-pengurus agar tidak terjebak, artinya walaupun program kerja hanya 1 atau 2 tapi lebih ke kerjasama tim, agar semua ikut turut andil dan aktif. Sebagaimana penjelasan yang disampaikan Direktur LSMI bahwa visi misi dibentuk sebelum MUSLEM (Musyawarah Lembaga)

Visi misi LSMI ini telah mengalami beberapa perubahan, yaitu memperbaiki visi misi dan tentunya pembaruan sesuai dengan pergantian direktur setiap periodenya. Implementasi atau strategi dari visi misi LSMI direalisasikan dalam bentuk real seperti mengadakan diklatsus dan Jambore Nasional dengan tujuan untuk meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia). 

Penulis: Alvira

Pewarta: Almas, Agus

Editor: Reny Tiarantika


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...