Langsung ke konten utama

Postingan

Ratusan Mahasiswa Serba Hitam Kepung DPRD Kota Malang, Tolak Program Prioritas Pemerintah

( Doc: Lapmihmimalang) Potret Dialog Anggota DPRD Kota Malang bersama Massa Aksi Lentera Malang -  Kawasan Bundaran Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang dipenuhi ratusan mahasiswa berpakaian serba hitam pada Senin (15/6/2026) sore. Massa yang tergabung dalam Aliansi BEM Malang Raya ini menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Aksi yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB ini sempat membuat arus lalu lintas sekitar lokasi merayap. Penggunaan pakaian serba hitam diakui massa sebagai simbol duka atas kondisi demokrasi saat ini. "Kami menilai banyak kebijakan pusat yang tidak berpihak pada rakyat kecil dan berpotensi memperburuk perekonomian. Kami menuntut efisiensi serta transparansi APBN," tegas Muhammad Azhar Zidan. Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB). Ultimatum 3×24 Jam untuk Anggota Dewan Setelah sempat terjadi aksi saling dorong, jajaran anggota DPRD Kota Malang akhirnya keluar untuk menemui m...
Postingan terbaru

Putus Rantai Stunting, Inovasi Es Loli Kelor “Moringa Popsicle” Karya Mahasiswa UTM Lolos Pendanaan Belmawa 2026

(Doc: Istimewa) Foto Anggota PKM-K Lentera Malang – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Tim mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTM sukses meloloskan proposal Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) mereka hingga meraih pendanaan bergengsi dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek tahun 2026. Tim inovatif ini diketuai oleh Nawfal Faiz Abyaz (Manajemen) dengan beranggotakan Alifah (Akuntansi), Muhammad Hendrik Alfiyan (Akuntansi), Qurrotul Uyun (Manajemen), dan Helda Ayu Alifia Agustin (Akuntansi). Mengangkat nama usaha Morigizi Karya Nusantara, mereka menciptakan produk pangan fungsional intervensi gizi bernama “Moringa Popsicle atau Es Mori”. Berkat urgensi dan kebaruan ide yang ditawarkan, proposal mereka berhasil meyakinkan para penguji hingga dinyatakan lolos pendanaan resmi untuk direalisasikan. “Kami melihat bahwa intervensi gizi selama ini kurang menyentuh hat...

Aliansi BEM Surabaya Siap Turunkan Ribuan Massa dalam Aksi Demonstrasi 17 Juni di Grahadi

(Doc: Istimewa) Foto bersama Aliansi BEM Surabaya Lentera Malang -  Aliansi BEM Surabaya (ABS) menegaskan kesiapan untuk menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada Rabu, 17 Juni 2026. Keputusan tersebut dihasilkan melalui forum konsolidasi dan teknis lapangan (Teklap) yang dilaksanakan pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 18.00 WIB di Telkom University Surabaya dan dihadiri oleh perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya dan elemen masyarakat. Dalam forum tersebut, ABS menyepakati untuk mengerahkan ribuan mahasiswa guna menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai semakin membebani rakyat, mengancam keberlangsungan demokrasi, serta menunjukkan lemahnya keberpihakan negara terhadap kepentingan masyarakat. Koordinator Umum Aliansi BEM Surabaya, Nasrawi Ibnu Dahlan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah. "M...

Milad Ke-23 FKMSB Malang: Bedah Buku Jadi Momentum Meneguhkan Budaya Membaca di Tengah Arus Digital

  Bedah Buku di Aacara Milad ke-23 FKMSB Malang. Foto: istimewa Lentera Malang - Di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak serba cepat dan budaya membaca yang semakin menghadapi tantangan zaman, Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) Malang merayakan milad ke-23 dengan cara yang sarat makna. Bukan sekadar seremoni peringatan usia organisasi, FKMSB Malang menghadirkan ruang intelektual melalui kegiatan bedah buku sebagai ikhtiar merawat tradisi literasi, menghidupkan nalar kritis, serta meneguhkan budaya membaca di kalangan mahasiswa. Kegiatan bedah buku yang menjadi bagian dari rangkaian milad ke-23 FKMSB Malang tersebut digelar pada Minggu 14 Juni 2026 Di Koat dengan mengangkat buku berjudul “Gen Z dalam Pusaran Krisis: Upaya Mengikis Kesenjangan Masa Depan” karya akademisi muda asal Kabupaten Sumenep, Muhammad Nafis. Momentum milad ini menjadi penanda bahwa perjalanan 23 tahun FKMSB tidak hanya diukur dari panjangnya usia organisasi, melainkan juga dar...

Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Berbagai Daerah, Soroti Ekonomi hingga Demokrasi

Demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI Jakarta. Sumber foto: Kompas.com Lentera Malang-  Beberapa hari terakhir, Indonesia diwarnai gelombang aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di berbagai daerah. Berbagai media melaporkan, demonstrasi tercatat berlangsung di sejumlah kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Palembang, Lampung, Bengkulu, Pekanbaru, Solo, Kendari, hingga Banjarmasin. Dengan sebaran tersebut, aksi mahasiswa diperkirakan berlangsung di sedikitnya puluhan titik aksi yang berbeda dengan tuntutan meliputi persoalan ekonomi, pengelolaan anggaran negara, serta kualitas demokrasi Indonesia. Aksi pertama digelar pada 12 Juni 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Hal itu langsung menjadi sorotan nasional bahkan internasional. Ribuan mahasiswa turun ke jalan menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai semakin membebani masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan biaya hidup. Aksi tersebut kemudian be...

Rekonstruksi Gagasan dan Gerakan, Untuk Siapa?

(Doc/Ilustrasi: Istimewa)  P enulis: Kartono Zarkasyi(Aktivis kampus UNIRA Malang) Malang, LAPMI-  Beberapa waktu lalu saya pernah menulis mengenai fenomena “aktif di luar, pasif di dalam” Tulisan tersebut berangkat dari kegelisahan terhadap organisasi mahasiswa yang begitu antusias membicarakan berbagai persoalan di luar kampus, tetapi terkadang kurang peka terhadap persoalan yang ada di lingkungan kampusnya sendiri. Kegelisahan itu kembali muncul ketika BEM UNIRA mengadakan Musyawarah Kerja Daerah BEM Kabupaten Malang dengan tema “Rekonstruksi Gagasan dan Gerakan”  tepat di aula kampus UNIRA . Secara konseptual, tema ini terdengar progresif dan akademis. Kegiatan ini sekilas menunjukkan semangat intelektual dan keinginan untuk membangun kembali arah gerakan mahasiswa. Namun, yang menjadi pertanyaan mendasar adalah ; 1. Gagasan apa yang ingin direkonstruksi?  2.Gerakan seperti apa yang ingin dibangun kembali? Sebab rekonstruksi tidak lahir dari ruang kosong. Rekons...

Aktivis Lintas Ormek bahas Masa Depan Gerakan Mahasiswa Islam

Foto dokumentasi pemaparan materi pembahasan /Dok: Istimewa Malang, LAPMI – Komunitas Semilir menggelar Collaborative Ramadhan Discussion bertajuk “Menjemput Masa Depan Gerakan Mahasiswa Islam” di Galeri Literasi Togamas Dieng, Kota Malang, Jumat (28/2/2026) pukul 15.30–17.30 WIB. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari sejumlah organisasi mahasiswa Islam untuk membahas dinamika sejarah, transformasi gerakan, serta arah keberpihakan sosial di masa depan. Dalam forum tersebut, Fahrur Rozi, Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang, menegaskan bahwa sejarah pembangunan peradaban bangsa tidak terlepas dari peran intelektual & gerakan mahasiswa. “Sejarah mencatat gerakan mahasiswa islam memberikan sumbangsih besar pada rumah besar Indonesia, sejak 1947 gerakan mahasiswa Islam aktif mewarnai dinamika pada bangsa ini, melawan penjajahan agresi militer Belanda, menyiapkan calon-calon pemimpin dan mengadvokasi kepentingan masyarakat rentan, namun sayang kontribusi dalam hal ...