Langsung ke konten utama

HMI Wahid Hasyim dan HMI Idham Khalid Kompak Gelar Aksi Solidaritas Penggalangan Dana Korban Bencana NTT dan NTB

Dokumentasi: HMI Unira

Malang, LAPMI - HMI komisariat Wahid Hasyim dan Idham Khalid menggelar aksi dana untuk korban bencana alam daerah NTT dan NTB. Aksi tersebut dilaksanakan di perempatan lampu merah Kepanjen Kabupaten Malang, Rabu, (07/04/2021). Aksi tersebut dimulai dari Pukul 10.15 WIB sampai dengan 16.00 WIB.

Aksi ini bertujuan untuk membantu para korban bencana alam di NTT dan NTB. Aksi ini dikoordinatori oleh Rizal dan Heru selaku Kabid PTKP Komisariat Wahid Hasyim dan Komisariat Idhama Khalid. "Jadi yang menginisiasi aksi galang dana ini adalah kami (Rizal dan Heru) untuk membantu dan meringankan beban korban bencana alam di NTT dan NTB", ujar Rizal.

Dari hasil aksi dana tersebut, uang yang terkumpul akan dikirimkan langsung melalui rekening relawan di daerah yang terdampak kemudian dari relawan akan dibelanjakan sesuai kebutuhan pengungsi. "Jadi ini nanti uangnya akan kami distribusikan kepada relawan bencana alam NTT dan NTB lewat rekening langsung yang mana nantinya relawan tersebut akan membelanjakan uang tersebut sesuai kebutuhan pengungsi. Ya kurang lebih seperti itulah", ucap Rizal melalui media sosial WhatsApp.

Distribusi dana yang dihasilkan akan dikirimkan pada tanggal 10 Maret 2021. HMI Komisariat Wahid Hasyim dan Idham Kholid berharap bantuan yang diberikan bisa membantu korban bencana yang ada di daerah NTT dan NTB.

Penulis: Imama Haura

Editor: Reny Tiarantika


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...