Langsung ke konten utama

Kolaborasi Lembaga Pengembangan Profesi HMI Cabang Malang untuk Misi Kemanusiaan

Dokumentasi: lapmimalang/ Almas

Malang, LAPMI - Pada hari Kamis, (8/04/21), Pukul 20.00 WIB di Oksigen Cafe Jalan Sidomakmur, Jetak Ngasri, Mulyoagung, Kecamatan Dau, Malang, LPP (Lembaga Pengembangan Profesi) HMI Cabang Malang berkolaborasi untuk sebuah misi kemanusiaan. Kolaborasi ini terdiri dari 4 (empat) LPP, yang meliputi LAPMI (Lembaga Pers Mahasiswa Islam), LSMI (Lembaga Seni Mahasiswa Islam), LEPPAMI (Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam), dan LEMI (Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam)

Kolaborasi ini direalisasikan dalam bentuk live music yang diselenggarakan oleh LPP HMI Cabang Malang guna menggalang dana bantuan untuk korban bencana alam NTB-NTT dengan mengundang segenap seluruh Komisariat HMI Cabang Malang untuk berpartisipasi dalam acara ini.

Kegiatan ini sedari awal fokus ditujukan untuk menggalang dana bagi korban yang terdampak dari bencana alam di NTB-NTT, yang dimana ide dari live music ini merupakan insiatif dan alternatif dari LPP HMI Cabang Malang untuk menggalang aksi dana bantuan.

Sebenarnya ini menjadi alternatif baru selain aksi turun ke jalan dan juga desain dari lembaga pengembangan profesi itu sendiri khususnya di Cabang Malang sebagai bentuk rasa inisiatif untuk menggalang dana bagi saudara-saudara kita yang tertimpa bencana alam di NTB-NTT, selain itu juga untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan antar sesama”, tutur Aiman Sekretaris Umum LSMI sebagai salah satu penanggungjawab kegiatan ini.

Meskipun sempat terkendala cuaca (red. hujan), acara aksi galang dana yang dikemas dalam live music ini tetap berjalan lancar hingga penghujung acara.

Penulis: Almas

Pewarta: Brillian Esa

Editor: Reny Tiarantika


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...