Langsung ke konten utama

PMM Mahasiswa UMM Tekankan Jiwa Leaderships dan Akhlak Mulia pada Peserta Didik

 

Dokumentasi: Kelompok 14 PMM Universitas Muhammadiyah Malang

Malang, LAPMI - Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 14 berjalan dengan lancar. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama satu bulan, dimulai pada pada tanggal 04/06/2021 Sampai dengan 04/07/2021 di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kota Malang. Kegiatan PMM tersebut mengangkat tema “Menanamkan Jiwa Leaderships Dan Akhlak Mulia Pada Para Peserta Didik Desa Kalisongo”.

Dalam kegiatan PMM yang dilaksanakan diikuti oleh anak-anak Tempat Pendidikan Al-qur’an (TPQ) Darunnajah dan masyarakat sekitar Desa Kalisongo.

Choirunnisa selaku ketu kelompok 14 dalam kegiatan ini mengatakan, selama kegiatan PMM terdapat beberapa serangkaian acara yang bertujuan untuk memberikan bimbingan dan pemahaman sejak dini bagi anak-anak di Desa Kalisongo tentang pentingnya jiwa leaderships dan akhlak mulia.

Banyak sekali kegiatan yang dilakukan yakni membentuk akhlak peserta didik didesa kali songo dengan kegiatan seminar leadership, dengan tujuan untuk Memberikan Bimbingan dan menjadikan peserta agar memiliki jiwa leadership, kemudian pelatihan kepemimpinan yang bertujuan untuk Memberikan Pelatihan terhadap para peserta agar memiliki jiwa kepemimpinan. Itu salah satu program unggulan pada kegiatan PMM”. Ungkapnya.

Disamping melatih dan menanamkan jiwa kepemimpinan para peserta didik, mahasiswa kelompok 14 juga menyelingi dengan kegiatan menghafal surah-surah pendek dan do’a sehari-hari serta mengajarkan praktek sholat yang baik kepada anak-anak peserta didik.

Tidak hanya kepada anak-anak peserta didik, kegiatan PMM juga bersentuhan langsung dengan masyarakat sekitar Desa Kalisongo dengan mengadakan beberapa kegiatan, salah satunya kegiatan bersih-bersih TPQ dan jum’at berkah.

Mengajar TPQ Darunnajah yang dilkaukan mulai jam 14.00 WIB sampai 16.00 WIB dan kita juga menyelingi dengan menghafal surat-pendek dan doa sehari-hari serta praktek sholat, untuk yang berhubungan dengan masyarakat kita ada kegiatan bersih-bersih TPQ dan jumat berkah”. Tutup Choirunnisa.

Penulis: Yusuf Moh. Yusuf Kelirey

Editor: Reny Tiarantika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...