Langsung ke konten utama

Kompak: Dua Komisariat HMI Universitas Islam Raden Rahmat Gelar Latihan Kader 1

 

Dokumentasi: HMI UNIRA

Malang, LAPMI - Dua komisariat HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Universitas Islam Raden Rahmat gelar Basic Training LK 1 atau penerimaan anggota baru komisariat untuk proses lanjutan setelah MAPERCA (masa pengenalan calon anggota). Kegiatan yang dilaksanakan di Graha Yakusa Desa Balearjo kecamatan Gondanglegi ini berlangsung selama 3 hari, yakni mulai tanggal 19-21 November 2021 dengan mengusung tema “Terbinanya kepribadian muslim yang berkualitas akademis, sadar akan fungsi dan perannya serta hak dan kewajibannya sebagai kader umat dan bangsa”.

3 hari sudah terlaksana kaderisasi HMI Komisariat Wahid Hasyim dan Komisariat (P) Idham Chalid dengan  6 materi wajib sudah diberikan kepada peserta dengan para pemateri yang luar biasa, para alumni dan pengurus dari 2 komisariat tersebut pun juga turut andil dalam pemaparan materi, seperti materi Konstitusi, KMO dan teknik persidangan

"Setelah mendapatkan ilmu pengetahuan di Lk 1, jangan lupa untuk mengimplementasikannya di komisariat, kampus dan masyarakat, serta jangan lupa untuk selalu berproses dengan baik dan maksimal sebagai ikhtiar mencapai 5 kualitas insan cita HMI" ujar Sahrul, ketua umum komisariat Wahid Hasyim ketika diwawancarai mengenai harapan terhadap kader 2021.

Disaat yang sama ketua umum komisariat Idham Chalid juga menyampaikan harapannya untuk kader 2021. "Selamat datang, dan selamat bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam. Kegiatan LK 1 ini merupakan perjuangan awal dari sejumlah proses yang akan ditempuh oleh para kader HMI, sehingga mereka harus tetap berproses dengan sungguh-sungguh untuk melanjutkan pada kaderisasi berikutnya. Himpunan Mahasiswa Islam adalah sebuah wadah untuk mengasah segenap potensi kader, oleh sebab itu, harapan saya, sebagai kader HMI kita harus senantiasa terus survive dengan realitas yang sebenarnya".

" Kader 2021 sangat aktif, sering bertanya dan menyampaikan argumentasi, karena mulai proses screening materi umum serta materi ke HMI-an dilakukan secara ketat, demi menunjang pengetahuan serta bekal untuk mengikuti forum LK 1." Ujar ketua umum komisariat Wahid Hasyim, Sahrul Evendi ketika diminta kesannya mengenai kader 2021.

Penulis: Imama Haura

Editor: Reny Tiarantika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...