Langsung ke konten utama

Rayakan Milad Ke-53, IKPMD-Malang Ajak Mahasiswa Dompu untuk Tetap Produktif di Masa Pandemi

Dokumentasi: lapmimalang/ Ridwan Abdullah

Malang, LAPMI - Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Dompu-Malang (IKPMD-M) Rayakan Milad yang ke-53 tahun. Pelaksanaan Milad tersebut juga turut dimeriahkan dengan beberapa agenda seperti Inspiring Alumni yang diisi oleh Ahmad Fachrie SP, M.Si Demisioner Ketua Umum IKPMD Periode 2015-2017, dan agenda hiburan lainnya seperti puisi, dan Kapatu Cambe.

Milad tersebut juga mengangkat tema: “Menuju IKPMD-Malang Berkemajuan yang Berlandaskan Filosofi Nggahi Rawi Pahu” dan digelar di Asrama Dompu, Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada hari Minggu, (5/12/2021)

Sulaiman, Ketua umum IKPMD-M menyampaikan harapan terbesarnya lewat milad IKPMD-Malang yg ke-53 ini khususnya kepada keluarga besar IKPMD harus mampu memaknai bagaimana filosofi dari organisasi itu sendiri.

“Tentu harapan terbesar kami lewat milad IKPMD-Malang yg ke-53 ini khususnya keluarga besar IKPMD harus mampu memaknai bagaimana filosofi dari IKPMD itu sendiri, dan senantiasa menjaga perjuangan leluhur sebab menuju IKPMD yang berkemajuan tidak sebatas dilihat dari bijaknya lisan tapi seberapa geraknya kita menuju perubahan kemajuan itu” Pungkasnya

Ia juga mengajak seluruh mahasiswa Khususnya kader IKPMD-Malang untuk tidak terjebak dengan kondisi pandemi. Seluruh kader juga diharapkan tetap produktif, berinovasi dan berkolaborasi di masa pandemi seperti ini.

“Dengan kondisi seperti ini jangan sampai kita terjebak dengan keadaan, pandemi bukan tolak ukur kita tidak produktif, ini adalah sebuah tantangan untuk kita agar tetap berinovasi, edukasi, dan kolaborasi. IKPMD-Malang bukan sekedar paguyuban tapi new gagasan.” Tegas Sulaiman

Sulaiman juga berpesan agar nilai kekeluargaan dalam organisasi senantiasa harus selalu dikedepankan, karena baginya IKPMD bukan milik individual, ketua umum dan kepengurusan saja, melainkan milik bersama

“Nilai kekeluargaan yang senantiasa harus kita kedepankan, karena IKPMD bukan milik individual, ketua umum apalagi khusus kepengurusan saja, melainkan milik kita bersama dalam bingkai IKPMD, sebab IKPMD adalah wadah yang mempertemukan kita sebagai pelajar dan mahasiswa umumnya keluarga besar Dompu di Malang sekaligus wadah untuk memperkenalkan kita sebagai orang Dompu” Tutupnya

Penulis: Rajab Abubakar Sidiq Jailani

Editor: Reny Tiarantika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...