Langsung ke konten utama

Pengurus HMI Cabang Malang Resmi Dilantik, Ketua Umum; Kita Akan Fokuskan Pada Pembenahan Perkaderan

Dokumentasi: lapmimalang

Malang, LAPMI - Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Malang Periode 2022-2023 secara resmi telah dilantik, Sabtu (26/02/2022) di The Grand Palace Hotel Malang.

La Rian Hidayat Ketua Umum HMI Cabang Malang menyampaikan hal utama pasca dilakukannya pelantikan ini adalah kembali fokus pada penguatan internal dan pembenahan perkaderan HMI Cabang Malang

“Berdasarkan visi dan Misi saya, tentu kedepannya kita punya harapan besar. Hal paling utama yang akan dilakukan pasca pelantikan ini adalah fokus pada penguatan internal kepengurusan dan pembenahan perkaderan, karena saat ini kita ketahui bersama bahwa hampir seluruh cabang yang ada di Indonesia ini mengalami kemunduran akibat adanya pandemi Covid, termasuk HMI Cabang Malang” ungkap La Rian saat ditemui di lokasi pelantikan.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi pandemi seperti ini merupakan tantangan yang perlu segera kita selesaikan bersama demi memperbaiki perkaderan yang lebih baik.

“Saya pikir ini merupakan suatu tantangan yang harus  diselesaikan bersama, karena kita tidak bisa menunggu sampai kapan covid ini akan selesai, maka perlu untuk kita beradaptasi dengan keadaan dan bertindak sesuai dengan kondisi saat ini agar perkaderan di HMI Cabang Malang tetap berjalan”  Tegasnya 

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Umum HMI Cabang Malang Vanny Dharma Whisheksa bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah penguatan internalisasi pengurus HMI Cabang Malang

“Titik fokus pertama kita tentunya pada penguatan internalisasi pengurus HMI Cabang Malang dan penyusunan program kerja yang selaras dengan visi misi Ketum dan  pastinya harus bisa dirasakan secara nyata kebermanfaatannya oleh kader-kader di lingkup HMI Cabang Malang” ujarnya

Dharma juga menambahkan setalah pelantikan tersebut, pengurus dan seluruh elemen HMI yang ada di cabang Malang harus bisa mengembalikan khittah perjuangan, dan pemikiran kritis kader HMI dalam menyikapi setiap isu maupun fenomena sosial yang terjadi di lingkup nasional, regional maupun lokal.

“Harapan saya untuk perkaderan HMI Cabang Malang pasca pelantikan ini yaitu bisa mengembalikan khittah perjuangan, dan pemikiran kritis kader HMI Cabang Malang dalam menyikapi setiap isu maupun fenomena sosial yang terjadi di lingkup nasional, regional maupun lokal. Dan kedepannya selalu menghidupkan budaya ukhuwah Islamiyah antar kader HMI Cabang Malang dalam setiap momentum kegiatan. ” tutupnya

Penulis: RASJ

Editor: Reny Tiarantika









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...