Langsung ke konten utama

Sukses Gelar Pelantikan, Leppami Tegaskan untuk Kerja Nyata dalam Menjaga, Merawat serta Mengembangkan Alam

Dokumentasi: Ridwan Abdullah

Malang, LAPMI - Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (LEPPAMI) Cabang Malang sukses menggelar pelantikan pengurus periode 2022-2023, acara berlangsung selama satu hari yang digelar di tempat wisata perkemahan Kebun Rejo, Batu, Jawa Timur. Sabtu (18/06/22)

Pelantikan yang digelar tersebut juga mengangkat tema “Melangkah Bersama Demi Mewujudkan Insan Pariwisata dan Pecinta Alam yang Berkesadaran Nyata dalam Menjaga, Merawat serta Mengembangkan Alam”

Akhmad Fiqri selaku Direktur Utama menyampaikan dalam sambutannya bahwa tema yang diangkat dalam pelantikan kali ini semoga bisa diimplementasikan dalam proses berjalannya kepengurusan satu periode mendatang

“Harapan saya tema yang diangkat pada pelantikan kali ini bukan hanya sekedar menjadi tema pada momen pelantikan saja, kita harus bersama-sama untuk melangkah dan mewujudkan insan pariwisata dan pecinta alam yang berkesadaran nyata dalam menjaga, merawat serta mengembangkan alam Indonesia” ucap Fiqri pada sambutannya

Selain itu, La Rian Hidayat selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang yang turut hadir pada acara pelantikan tersebut juga menegaskan bahwa keberadaan LPP sangatlah penting dalam tubuh HMI sehingga perlu adanya kolaborasi yang masif untuk semua Lembaga yang berada di Cabang Malang

“Keberadaan LPP ini sangatlah penting dalam tubuh himpunan, maka saya harap kita bisa berkolaborasi untuk bangkit bersama dalam memfasilitasi minat dan bakat kader-kader Himpunan Mahasiswa Islam yang berada di cabang Malang ini” tegasnya saat menyampaikan sambutan

Ia juga menyampaikan bahwa LPP sangatlah penting untuk tetap tumbuh dan terus menopang perkaderan, karena baginya setiap LPP yang ada di HMI tentu mempunyai wadah untuk mengasah setiap skill dan potensi para kader

 “LPP dan pengurus cabang maupun pengurus yang ada di setiap komisariat harus bergandengan tangan, karena kita semua butuh LPP untuk mengasah skill dan potensi yang dimiliki oleh para kader, karena saya yakin di setiap Lembaga sudah ada pembagian untuk bidang masing-masing, sehingga di LPP inilah kebutuhan yang diinginkan oleh kader semoga terus bisa difasilitasi” tutup La Rian Hidayat

Penulis: Ridwan Abdullah
Editor: Reny Tiarantika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...