Langsung ke konten utama

Gelar Pelantikan, Ketua Umum HMI KOMUNI: Pengurus Harus Menjadi Uswatun Hasanah

Dokumentasi: Lapmimalang

Malang, LAPMI - Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Unitri (HMI KOMUNI) sukses melaksanakan pelantikan pengurus HMI KOMUNI dan Kohati KOMUNI dengan jumlah keseluruhan pengurus 34 orang di periode 2022/2023 pada Sabtu (27/08/2022) di PDM Sengkaling.

Ketua Umum HMI KOMUNI, M. Anwarul Hidayat mengungkapkan beberapa harapannya kedepan. Ia berharap pengurus yang telah dilantik bisa dan mampu menjadi suri tauladan untuk generasi-generasi selanjutnya. Kepengurusan yang telah dilantik harus menjadi uswatun hasanah, menjadi teladan.

"Harapan saya bagaimana di Komisariat Unitri ini kader-kader baru atau bahkan kepungurusan ini menjadi generasi ilmu hingga mencapai peradaban begitu, karena HMI saya rasa menjadi kawah candradimuka. Jadi perlu adanya beberapa kegiatan-kegiatan yang memang menunjang intelektual kader, dan bagaimana dia menjadi muslim intelegensia sesuai dengan khittah perjuangan HMI" ungkap M. Anwarul Hidayat.

Dokumentasi: Lapmimalang

Ia juga menambahkan bahwa tugas besar dalam kepengurusan kedepan adalah HMI back to campus, “HMI sudah seharusnya kembali kampus, sesuai dengan tujuan HMI yakni insan akademis. HMI tidak hanya berkutat di wilayah internal komisariat saja tetapi bagaimana implementasi ilmu yang didapatkan di komisariat di implementasikan di ruang-ruang kampus yang memang itu menjadi ladang pertarungan gagasan dan wawasan kader-kader HMI, karena kader HMI yang berada di kampus sebagai representasi dari HMI” tambah M. Anwarul Hidayat.

Pewarta: Layla Arfiyah
Penulis: Fahrur Rozi
Editor: Reny Tiarantika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...