Langsung ke konten utama

Terpilih Sebagai Ketua Umum HMI KORKOM Widyagama, Ini Tujuan dan Harapan Asmin Rahayaan

Foto bersama jajaran Ketua Umum Komisariat HMI Koorkom Widyagama dengan Formateur Ketua Umum Korkom terpilih (kedua dari kiri)

Malang, LAPMI - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (KORKOM) Universitas Widyagama Malang sukses menggelar Musyawarah Komisariat (MUSKOM) yang ke-Vlll pada Jum’at, (05/08/22) lalu. Dari hasil musyawarah tersebut, Asmin Rahayaan secara resmi terpilih menjadi Formateur Ketua Umum periode 2022-2023.

Saat dihubungi jurnalis Lapmi Media via WhatsApp, Asmin Rahayaan berharap kedepannya jajaran kepengurusan Korkom selalu komitmen dalam garis perjuangan dan menjunjung tinggi nilai-nilai dalam organisasi.

“Besar harapan saya bahwa semoga dengan ini saya dan jajaran kepengurusan Korkom nantinya selalu komitmen dalam garis perjuangan dan menjunjung tinggi nilai-nilai dan ajaran dalam organisasi HMI”. ungkapnya

Ia juga berharap kedepannya pengurus bisa saling bekerja sama untuk membawa HMI Korkom Widyagama dalam menciptakan lingkungan pengkaderan yang harmonis antara pengurus dan kader

“Dan harapan saya juga kedepannya kita bisa saling bahu membahu dalam jajaran kepengurusan Korkom untuk mampu membawa HMI Korkom Widyagama untuk lebih baik lagi kedepannya dengan menciptakan lingkungan pengkaderan yang harmonis, sehingga kader mampu mengekspresikan apa yang menjadi tujuan HMI yang termaktub dalam Pasal 4 Anggaran Dasar HMI”. tambahnya

Asmin juga menjelaskan tujuan terbesar dan ruang gerak kepengurusan HMI Korkom Widyagama selama satu periode kedepan adalah megoptimalkan sinergitas dan rasa saling memiliki antar pengurus Korkom dan Komisariat untuk kembali ke koridor organisasi. “Jelas bahwa Korkom adalah badan pembantu pengurus cabang dan Korkom juga dibentuk untuk mengkoordinir beberapa komisariat, sehingga tujuan yang mendasar ialah dengan megoptimalkan rasa sinergi atau rasa saling memiliki antar pengurus Korkom dan komisariat, guna untuk pengkaderan yang tidak terlepas dari koridor organisasi HMI”. Tegas Asmin.

Penulis: Rajab Abubakar S.
Editor: Reny Tiarantika

Komentar

  1. When you log in, may have to|you'll have to} let your gadget access your location. This is to show that you're enjoying in} legally within the state. 카지노 사이트 You can use the same log-in particulars to access the cell app.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...