Langsung ke konten utama

Soroti Isu Lingkungan, HMI Cabang Malang Gelar Diskusi Publik dan Ajak Kader Menjaga Lingkungan

Dokumentasi: lapmimalang

Malang, LAPMI - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang menggelar diskusi publik dengan mengangkat tema “Bersama Menjaga Lingkungan: Apakah Eksploitasi Lingkungan Bagian Dari Kemajuan Peradaban”. Acara tersebut diinisiasi oleh Bidang Lingkungan Hidup dan Mitigasi Bencana yang diselenggarakan di Whize Prime Hotel Jl. Jenderal Basuki Rahmat, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Selasa, (20/09/22).

Mirdan Idham, selaku Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Mitigasi Bencana HMI Cabang Malang, menjelaskan maksud diselenggarakannya diskusi tersebut untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa terutama kader HMI bahwa alam punya banyak potensi sebagai sokongan kemajuan peradaban. "Maksud diselenggarakannya kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa terutama kader HMI bahwa alam punya banyak potensi, potensi tersebut harusnya digunakan hanya sebagai sokongan kemajuan peradaban" ungkapnya.

Mirdan juga menjelaskan potensi alam tentu sangat bisa dimanfaatkan, namun dengan porsi yang sewajarnya, karena itu HMI Cabang Malang melalui Bidang Lingkungan Hidup dan Mitigasi Bencana menginisiasi agenda tersebut agar para peserta mendapatkan pemahaman tentang merawat dan menjaga lingkungan. "Potensi alam ini sangat bisa dimanfaatkan sebagai sokongan kemajuan peradaban, namun bukan sampai pada porsi eksploitasi, karena dampaknya pada kita sangat besar, maka dibutuhkan pemahaman akan bagaimana merawat dan menjaga alam terkhusus lingkungan sekitar" tambahnya.

Ia juga berharap dengan diskusi yang diselenggarakan tersebut, kita dapat menjaga pola hidup dan gaya hidup agar tidak terlalu berefek buruk pada lingkungan. "Harapan saya sederhana, semoga dengan adanya diskusi tadi, kita lebih bisa menjaga pola hidup dan gaya hidup agar tidak terlalu berefek buruk pada lingkungan" tutup Mirdan.

Turut hadir juga sebagai pemateri dalam diskusi publik tersebut; Bapak Tri Santoso, S.Si., M.AP., M.IDS dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, dan Kakanda Rizki Alfian, S.Sarl., M.Si selaku Ketua Program Studi Arsitektur Lanskap UNITRI.

Pewarta : Fahrur Rozi
Penulis : Layla Arfiyah
Editor : Jihadul Amry

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...