Langsung ke konten utama

HMI Cabang Malang Gelar Workshop Tata Kelola & Pengembangan Pariwisata Desa Hijau Berkelanjutan dan Penguatan Ekonomi Lokal Masyarakat Desa

 

Penyerahan simbolis Dokumen Modul Pengembangan Pariwisata Desa Hijau

Malang, LAPMI - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang, Bidang Pembangunan & Pemberdayaan Desa Sukses menyelenggarakan 𝐖𝐨𝐫𝐤𝐬𝐡𝐨𝐩 𝐓𝐚𝐭𝐚 𝐊𝐞𝐥𝐨𝐥𝐚 & 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐫𝐢𝐰𝐢𝐬𝐚𝐭𝐚 𝐃𝐞𝐬𝐚 𝐇𝐢𝐣𝐚𝐮 𝐁𝐞𝐫𝐤𝐞𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐮𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐄𝐤𝐨𝐧𝐨𝐦𝐢 𝐋𝐨𝐤𝐚𝐥 𝐌𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭 𝐃𝐞𝐬𝐚. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Desa Pesanggrahan Kota Batu, sejak Jum’at sampai Minggu, 03-05 November 2023

Bidang Pembangunan & Pemberdayaan Desa (PPDesa) HMI Cabang Malang juga menyerahkan secara simbolis Dokumen Modul Pengembangan Pariwisata Desa Hijau kepada DPRD Kota Batu. Penyerahan secara simbolik ini dilakukan oleh Ketua Bidang PPDesa HMI Cabang Malang kepada DPRD Kota Batu yang diwakili oleh Ketua Komisi A DPRD Kota Batu, Ibu Hj. Dewi Kartika, ST.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari tersebut melibatkan jaringan BUMDES dari perwakilan 19 Desa serta FORDEWI (Forum Desa Wisata) se-Kota Batu. Selama berlangsungnya kegiatan ini, Bidang PPDesa HMI Cabang Malang berkonsentrasi untuk mentabulasi segala bentuk potensi, peluang, hambatan, serta tantangan yang dihadapi oleh masing-masing Desa di Kota Batu. Tabulasi data tersebut kemudian akan menjadi bahan dasar bagi Bidang PPDesa HMI Cabang Malang untuk secara serius berkonsentrasi pada isu-isu strategis dalam membangun pariwisata disetiap Desa se-Kota Batu.

"Sudah waktunya untuk kami berbicara terkait peran strategis kelompok sipil, khususnya dari golongan mahasiswa terkait keterlibatan dan andil nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Kami sadar penuh bahwasannya di HMI kami dibatasi oleh periodisasi. Oleh karenanya, agar agenda ini tidak menjadi sebatas agenda seremonial, maka kami akan mempertimbangkan langkah-langkah strategis sebagai upaya tindak lanjut dari agenda ini." ungkap Andi Pratama (Kabid PPDesa HMI Cabang Malang).

Kegiatan yang juga dihadiri oleh perwakilan dari Kemendes PDTT ini ialah kegiatan yang menjadi fondasi dasar dan pijakan awal untuk selanjutnya dapat direalisasikan dalam langkah konkret terkait pembangunan pariwisata di Desa-Desa se-Kota Batu.

Sebagai bentuk langkah konkret dan strategis, Bidang PPDesa melalui Ketua Bidang PPDesa HMI Cabang Malang kedepannya akan menandatangi MoU (Memorable of Understanding) bersama dengan Imadaya Sulu Nusantara sebagai NGO yang berkonsentrasi pada isu Desa untuk realisasi tindak lanjut program ini.

Dalam hal ini, Andi Pratama sebagai Ketua Bidang PPDesa HMI Cabang Malang periode 2022-2023 akan didapuk sebagai koordinator proyek tindak lanjut dari kegiatan ini. Adapun beberapa program dan proyek yang akan dieksekusi sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan ini ialah Proyek Optimasi BUMDES sebagai bentuk kerja sama antara Imadaya Sulu Nusantara, Jelajah Kampung, dan Bidang PPDesa HMI Cabang Malang, serta implementasi Modul Pengembangan Pariwisata Desa Hijau yang sebelumnya telah dibuat dan dilaunching pada kegiatan ini oleh Bidang PPDesa HMI Cabang Malang.

Penulis: RJB
Editor: Reny Tiarantika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...