Langsung ke konten utama

Semarak Dies Natalis HMI Ke-78, HMI Cabang Malang Gelar Dialog Perkaderan, Santunan Anak Yatim, dan Pentas Seni Budaya

 

Malang, LAPMI - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah organisasi kemahasiswaan berasaskan Islam yang berdiri pada tanggal 05 Februari 1947. Tepat pada tanggal 05 Februari 2025 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menginjak usia yang ke-78. Dalam rangka memperingati Dies Natalis HMI Ke-78 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang menggelar beberapa rangkaian acara, yaitu Dialog Perkaderan, Santunan Anak Yatim, dan juga Pentas Seni Budaya.

Acara tersebut bertajuk “Komitmen Perkaderan yang Progresif, Inovatif, dan Responsif untuk Kemajuan Umat dan Bangsa” yang digelar di Pendopo Kabupaten Malang pada hari Sabtu, 15 Februari 2025 dan berlangsung mulai pukul 19:30 sampai pukul 22:30. Kurang lebih 300 kader HMI antusias mengikuti peringatan Dies Natalis tersebut.


Sambutan Ketua Umum HMI Cabang Malang

Mirdan Idham selaku Ketua Umum HMI Cabang Malang mengungkapkan, bahwa pada usia HMI ke-78 bukanlah usia yang muda lagi, dan kader HMI perlu merefleksikan diri untuk melakukan perubahan yang menuju kemajuan organisasi untuk mencapai tujuan HMI itu sendiri.

“Usia HMI yang ke-78 ini bukanlah usia yang muda lagi. Jika diibaratkan manusia, usia tersebut merupakan usia seseoarang yang tua renta.  Maka dalam peringatan Dies Natalis ini kita perlu melakukan refleksi dan mengokohkan komitmen kita untuk menciptakan perubahan yang mengarah pada kemajuan oraganisasi, sehingga tujuan HMI benar-benar tercapai. Tentu tujuan itu menjadi dasar kita melangkah untuk berikhtiar melakukan perkaderan yang lebih baik”. Ungkapnya

Laporan Ketua Pelaksana Dies Natalis HMI Cabang Malang

Dengan terlaksananya perayaan Dies Natalis HMI ke-78, Soffan Aly sebagai ketua pelaksana dalam laporannya juga mengungkapkan, bahwa acara tersebut terdiri dari beberapa rangkaian acara yang kesemuanya berjalan dengan baik.

“Acara Dies Natalis ini terdiri dari beberapa rangakian acara, yang pertama yaitu dialog perkaderan yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, yang kedua santunan anak yatim dihadiri oleh 16 anak yatim yang kami undang dari Yayasan Yatim Piatu Al-Amanah, kemudian yang ketiga pentas seni dan budaya yang terdiri dari 5 penampilan tari, diantaranya 2 tari topeng, tari wonderland, tari sawat Maluku, dan juga tari kreasi Banyuwangi. Tidak hanya itu, turut memeriahkan juga Hadrah Al-Banjari yang kami undang dari MA Al-Hayatul Islamiyah. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. Ungkapnya

Selain itu, ia juga berharap acara tersebut dapat membawa keberkahan dan manfaat kepada Masyarakat dan kepada kader HMI itu sendiri.

“Tentu besar harapan kami, agar acara Dies Natalis ini dapat membawa keberkahan dan juga bermanfaat kepada Masyarakat, terutama pada kader HMI itu sendiri.” Pungkasnya


Penulis : Rajis Wardi
Editor : Agus Salim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...