Langsung ke konten utama

Kader HMI Komisariat Jabal Thareeq ITN Raih Peserta Terbaik Latihan Dasar Kohati HMI Komuni 2025

Peserta Terbaik
Latihan Dasar Kohati HMI Komuni 2025


Malang, LAPMI- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Jabal Thareeq ITN Malang berhasil mengantarkan kadernya raih peserta terbaik pada Latihan Dasar Kohati yang diselenggarakan oleh KOHATI HMI Komisariat UNITRI 2025.

Melalui penliaian Master Of Traing, latihan yang diselenggarakan selama 2 hari (18-19 Mei 2025) kategori peserta terbaik diraih oleh Putri Salima Aulia Kader HMI Komiasaria Jabal Thareq angkatan 2024.

Putri mengungkapkan bahwa dirinya senang mengikuti agenda LDK dikarenakan bertemu dengan orang-orang hebat. "Senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini, bertemu dengan orang orang hebat, dan belajar hal-hal baru khususnya tentang perjuangan perempuan. Sebagai Perempuan dan HMI-wati kita harus terlibat aktif dalam menjawab isu kekerasan, diskriminasi, stereotip gender serta berbagai isu ketidakadilan lainnya, demi keadilan perempuan, juga keadilan untuk semua". Ungkap mahasiswa Teknik Lingkungan ITN itu

Ketua Umum HMI Komisariat Jabal Thareeq Arafiq Pelu mengungkapkan bahwa LDK memberikan ruang bagi kader-kader perempuan untuk meningkatkan kualitas diri. “Dengan kegiatan Latihan dasar kohati yang diselenggarakan oleh Komisariat Komuni sangat memberikan ruang untuk kader-kader khususnya kader perempuan untuk meningkatkan kualitas diri, menjadi perempuan yang tangguh dalam ilmu pengetahuan. Pesan saya di Latihan Dasar Kohati, dalami lagi ilmu yang sudah di pelajari dalam forum LDK, Lanjutkan prosesnya jangan biarkan keraguan menghalangi langkah tujuan ke puncak tertinggi impian kalian” Ungkapnya.


Penulis : Indra Wiliansyah
Editor : Ai Novia H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...