Langsung ke konten utama

Melalui Program “PAO Goes to Komisariat”, HMI Koorkom UMM akan Lakukan Pengawalan 10 Komisariat

 

Foto Bersama HMI Koorkom UMM

Malang, LAPMI- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (Koorkom) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan melakukan program “PAO Goes To Komisariat”. Hal itu juga diumumkan melalui flayer yang diunggah di Instagram HMI Koorkom UMM dengan username @hmiumm.

Program tersebut diinisiasi oleh bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) HMI Korkom UMM yang akan direalisasikan pada bulan Mei mendatang. “Safari Komisariat ini akan dilaksanakan pada bulan Mei dengan menyesuaikan waktu tiap komisariat”. Seru Bahtiar selaku ketua bidang PAO Koorkom UMM saat diwawancarai.

Bahtiar menuturkan bahwa program tersebut bertujuan untuk memastikan perkaderan di 10 komisariat. “Tujuan (melakukan program tersebut ialah) untuk melihat dan memastikan secara langsung kerja-kerja perkaderan 10 komisariat (UMM). Mulai dari peninjuan komisariat, cek kelengkapan komisariat dan akreditasi komisariat”. Tuturnya.

Lebih lanjut ia juga berharap, melalui program yang akan dijalankan itu komisariat dapat menjalankan manajerial organisasi dengan baik. “Harapannya, 10 komisariat dapat memahami dan menjalankan cara kerja manajerial organisasi dengan baik.” Harapnya.

Selain itu, Ismail Mony selaku Ketua Umum HMI Koorkom UMM juga mengungkapkan bahwa program “PAO Goes To Komisariat” yang dirancang adalah bentuk pengawalan terhadap kerja-kerja kepungurusan komisariat.

“Bentuk pengawalan itu sendiri dilakukan secara langsung oleh seluruh jajaran pengurus Koorkom tiap bidang di bawah program kerja bidang PAO kepada 10 komisariat guna memastikan pendistribusian pemahaman pengurus secara keseluruhan. Tentunya Program kerja PAO ini sebagai upaya pengawalan Koorkom terhadap 10 komisariat di wilayah koordinasinya dalam memastikan kerja-kerja kepengurusan. Sebagaimana Koorkom sebagai perpanjangan tangan cabang di wilayah koordinasinya”. Ungkapnya.

ia juga berharap program tersebut dapat menguatkan spirit kepengurusan dalam menjalankan organisasi. “Harapan saya program kerja ini dapat menambah pemahaman dan menguatkan spirit pengurus dalam menjalankan organisasi. Sebab proses perkaderan yang dilakukan sangat ditentukan oleh kualitas pengurus sebagai penanggung jawab organisasi.” Pungkasnya.


Penulis : Layla Arfiyah
Editor   : Ai Novia H


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...