Langsung ke konten utama

HMI Komisariat Lafran Pane Sukses Gelar Latihan Kader 1: Ciptakan Kader Berkualitas

 

Foto bersama Para Peserta LK 1 HMI Kom Lafran Pane


Malang, LAPMI- Malang, 16 Juni 2025– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Lafran Pane sukses menyelenggarakan Latihan Kader 1 (LK 1) sebagai jenjang awal pengkaderan, yang berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat (13/6/2025) hingga Minggu (15/6/2025), bertempat di Graha Yakusa Gondanglegi. Kegiatan ini mengusung tema "Terbinanya Keperibadian Muslim yang Berkualitas Akademis, Sadar akan Fungsi dan Perannya dalam Berorganisasi, serta Hak dan Kewajibannya sebagai Kader Umat dan Kader Bangsa"

Dalam agenda ini ketua umum komisariat Lafran Pane (Nanda Khusni Amaliyah) menyampaikan dalam sambutannya, “mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, Selamat datang di rumah perjuangan, dan selamat datang di Himpunan Mahasiswa Islam. Di sinilah kalian akan mengenal HMI lebih dekat, bukan hanya sebagai organisasi, tapi sebagai ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang berbagai makna.

“LK1 ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah langkah awal dari proses panjang kalian untuk menjadi pribadi yang lebih peka, kritis, dan berdaya. Proses di HMI bukan jalan pintas, tapi jalan perjuangan. Kadang melelahkan, kadang membingungkan, tapi percayalah di sinilah kita saling menguatkan” Tegasnya.

Kegiatan resmi dibuka oleh Ketua Umum HMI Cabang Malang. yang diwakili oleh Wakil Sekertaris Umum, SOSKESRA (Siti Ayu Wulandari) dalam seremoni pembukaan yang dihadiri oleh jajaran pengurus HMI Komisariat Lafran Pane, Wulan menyampaikan “pentingnya proses kaderisasi sebagai ruh perjuangan HMI dalam mencetak kader yang memiliki nilai kritis serta berkualitas dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. “Latihan Kader 1 bukan sekadar pelatihan, tapi sebagai gerbang awal dari proses panjang kalian dalam menjawab tantangan umat dan bangsa” Pungkasnya.

Selama tiga hari, para peserta mengikuti berbagai materi Ke-HMI-an, Keislaman, Keindonesiaan, Kepemimpinan, Manajemen Organisasi, hingga Nilai-Nilai Dasar Perjuangan HMI. Kegiatan ini juga diwarnai dengan dinamika forum, diskusi kelompok, yang memperkuat militansi pada organisasi secara umum.

Minggu sore (15/6), kegiatan resmi ditutup dalam acara penutupan yang buka oleh Ketua Pelaksana, Rijaluz Seman. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan, serta kepada peserta yang telah menjalani proses dengan semangat dan komitmen tinggi. “Selamat datang di rumah intlektual, Semoga Latihan Kader 1 ini jadi langkah awal untuk temen-temen semua dalam mengabdikan diri kepada Himpunan tercinta, dan kalian adalah penyambung tongkat estafet kepemimpinan yang selanjutnya” Ucap Rijal dalam penutupan.

Sebanyak 6 peserta dinyatakan lulus dan resmi menjadi kader HMI setelah melalui seluruh rangkaian proses. Kegiatan ditutup dengan pembacaan ikrar kader.


Penulis : Amrozi
Editor   : Taufiqurrahman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...