Langsung ke konten utama

Pengurus BPL HMI Cabang Malang Periode 2025-2026 Resmi Dilantik

 

Pembacaan Ikrar Pelantikan Pengurus
BPL HMI Cabang Malang Periode 2025/2026

Malang, LAPMI - BPL HMI Cabang Malang sukses menggelar Pelantikan Pengurus Periode 2025-2026. Pelantikan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Malang pada Rabu, 13 Agustus 2025 Pukul 19:00. Dengan tema bertajuk “Menguatkan Peran BPL yang Responsif dengan Kekuatan Lembaga Proaktif Guna Terciptanya Instruktur Progresif”.

Hal itu menandakan sahnya kepengurusan BPL HMI Cabang Malang 2025-2026 Malang dan akan dimulainya progres kaderisasi yang akan dilakukan oleh kepengurusan tersebut.

Dengan jumlah pengurus 9 orang, Alvero Ferdiansyah selaku ketua umum BPL HMI Cabang Malang terlantik berharap, pengurus dapat menyambut babak baru dan memberikan kontribusi nyata untuk Komisariat.

“Harapan saya Pengurus BPL HMI Cabang Malang periode 2025-2026 bisa menyambut babak baru perkaderan di masa sekarang, dengan memberikan berbagai metode dalam menjalankan training di wilayah Komisariat, Koorkom (Koordinator Komiariat), dan Cabang. Kemudian juga, kami akan meningkatkan perkaderan dimulai dari aspek training Komisariat, dengan terus berkontribusi secara langsung dan paparannya dapat dirasakan langsung oleh Komisariat-komisariat di Cabang Malang.” Ucapnya

Dokumentasi Pelantikan Pengurus
BPL HMI Cabang Malang Periode 2025/2026

Lebih lanjut Alvero juga memaparkan bahwa BPL akan membangun hubungan baik dengan Kepemimpinan HMI Cabang Malang.

“Kami akan membangun kembali hubungan baik secara vertikal dan horizontal dengan Kepemimpinan HMI Cabang Malang. Mengingat bahwa HMI Cabang Malang mememilik 47 komisariat dan 6 Koorkom yg sebarannya di berbagai wilayah Malang Raya. Kami juga akan turun langsung ke komisariat untuk memberikan pemahaman mengenai perkaderan formal dan informal yang ada di HMI secara terstruktur sistematis serta masif.” Tegas Alvero

Ia berharap hal yang dicanangkan oleh BPL HMI Cabang Malang mendapat dukungan penuh dari Komisariat dan Cabang.

“Kami akan melakukan support masif kepada Komisariat-komisariat yang membutuhkan bantuan BPL untuk memenuhi kebutuhan perkaderan. Seperti distribusi pemateri, mempersiapkan stok pemateri Komisariat yg berkompeten, normalisasi angka kader masuk, dan masih banyak lagi. Namun, semua itu harap kami dalam kepengurusan ini memiliki dukungan penuh oleh Komisariat dan Cabang dalam menjalankan aktivitas organisasi yg progresif”. Pungkasnya.


Pewarta : Fahrurrozi
Editor     : Ai Novia H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...