Langsung ke konten utama

Pelantikan Pengurus LKBHMI dan LPMI HMI Cabang Malang, Tegaskan Komitmen Advokasi dan Pertanian

 

Berbaris, Pengurus LKBHMI & LPMI HMI Cabang Malang Khidmat Mengikuti Prosesi Pelantikan (Dokumentasi: Syauqi/LAPMIHMIMalang)

Malang, LAPMI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang resmi melantik kepengurusan baru Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) dan Lembaga Pertanian Mahasiswa Islam (LPMI) pada sebuah acara di salah satu gedung pertemuan di Malang, bertempat di Pendopo Kabupaten Malang, Sabtu 28 September 2025.

Pelantikan berlangsung khidmat. Para pengurus berdiri berbaris di atas panggung dengan mengenakan batik, Gordon kebesaran HMI, serta kopiah hijau (Mots) khas kader. Prosesi ini disaksikan oleh undangan, kader, serta para senior HMI Cabang Malang.

Dalam sambutannya, Ketua Umum HMI Cabang Malang menegaskan bahwa kedua lembaga ini akan menjadi ujung tombak gerakan kader dalam bidang advokasi hukum dan pemberdayaan pertanian. “LKBHMI harus menjadi rumah keadilan bagi rakyat kecil yang kerap terpinggirkan, sementara LPMI hadir untuk menjawab tantangan krisis pangan dan isu agraria yang semakin kompleks,” ujarnya.

Seusai acara, Direktur LKBHMI Cabang Malang menyampaikan tekadnya untuk memperkuat tradisi advokasi di kalangan Mahasiswa. “Kami ingin memastikan hukum tidak lagi hanya berpihak kepada yang kuat. LKBHMI hadir sebagai wadah pengabdian kader HMI untuk membela kepentingan rakyat kecil yang kerap diperlakukan tidak adil,” tuturnya kepada Lembaga Pers Mahasiswa Islam.

Ia juga menambahkan, “Harapan saya, LKBHMI bisa menjadi ruang akademik yang menghadirkan layanan hukum inklusif dan humanis. Kita melihat, meskipun amandemen konstitusi sudah dilakukan berkali-kali, perubahan sosial yang diharapkan belum sepenuhnya terwujud. Ribuan sarjana hukum lahir tiap tahun, tetapi masyarakat masih terus mencari keadilan. Karena itu, LKBHMI hadir untuk menjembatani disiplin hukum—baik hukum positif, hukum Islam, maupun perspektif lain—agar benar-benar berpihak pada kemanusiaan"

Sementara itu, Direktur LPMI Cabang Malang menekankan pentingnya regenerasi kader dalam isu pangan dan pertanian. Ia menyampaikan, “Harapannya untuk pertanian Indonesia bisa lebih maju lagi, karena banyak dari petani di Indonesia itu masih belum mengerti bagaimana cara menghilirisasi, bagaimana cara mengelola ataupun bagaimana cara melakukan mekanisme terhadap pertanian Indonesia. Nah, harapannya LPMI ini nanti bisa menjadi faktor penunjang, faktor utama untuk hadir di dalam sektor-sektor pertanian di Indonesia," harapnya.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, diharapkan peran HMI semakin kuat dalam menghadapi problem sosial di tengah masyarakat. Acara ditutup dengan doa bersama serta seruan untuk menjaga nilai perjuangan Mahasiswa Islam di bidang hukum dan pertanian.


Pewarta : M Syauqi Mubarak
Editor     : Ai Novia H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...