Langsung ke konten utama

Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Unitri Sukses Gelar Latihan Kader 1: Gerbang Awal Pengkaderan, Mengubah Paradigma, Menerangi Umat

Pembacaan Ikrar Kader
(Dok:Lapmihmimalang/Lukman)

Malang, LAPMI - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Unitri sukses menyelenggarakan Latihan Kader 1 (LK 1) sebagai gerbang awal pengkaderan, yang berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat (7/11/2025) hingga Minggu (9/11/2025), bertempat di Graha Yakusa Gondanglegi. Kegiatan ini mengusung tema "Terbinanya Kepribadian Muslim yang Berkualitas Akademis, Sadar akan Fungsi dan Perannya dalam Berorganisasi, serta Hak dan Kewajibannya sebagai Kader Umat dan Kader Bangsa"

Dalam agenda ini ketua umum Komisariat Unitri (Busairi Yanto) menyampaikan dalam sambutannya, “mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, Selamat datang di rumah perjuangan, dan selamat datang di Himpunan Mahasiswa Islam. Di sinilah kalian akan mengenal HMI lebih dekat, bukan hanya sebagai organisasi, tapi sebagai ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang berbagai makna.

“HMI bagi saya bagaikan sebuah gunung yang didalamnya terkubur dan tertimbun emas, perak, tembaga dan berlian serta semua kekayaan yang tak terbayangkan nilainya. Tetapi semua itu hanya akan menjadi sesuatu yang tak berarti apabila orang-orang didalamnya tak pernah berusaha untuk menggali, mengangkat dan menggunakan kandungan yang terkubur di dalamnya,” ujarnya.

Kegiatan resmi dibuka oleh Ketua Umum HMI Cabang Malang. yang diwakili oleh Kabid PPDES, (Zul Fahmi Fikar) dalam seremoni pembukaan yang dihadiri oleh jajaran pengurus HMI Komisariat Unitri, Fikar menyampaikan “Kegiatan Latihan Kader 1 ini sebagai tahap awal perjalanan teman-teman. Disini kalian akan dididik, dibina, dan dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.” Pungkasnya.

Selama tiga hari, para peserta mengikuti berbagai materi Ke-HMI-an, Keislaman, Keindonesiaan, Kepemimpinan, Manajemen Organisasi, hingga Nilai Dasar Perjuangan HMI. Kegiatan ini juga diwarnai dengan dinamika forum, hingga simulasi aksi, yang memperkuat militansi kader organisasi HMI Komisariat Unitri.

Minggu malam (9/11/2025), kegiatan resmi ditutup dalam acara penutupan yang dibuka oleh Ketua Pelaksana, Moh Ishak Abdurrahim. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan, serta kepada peserta yang telah menjalani proses dengan semangat dan komitmen tinggi. “Selamat datang di rumah perkaderan, Semoga Latihan Kader 1 ini jadi langkah awal untuk teman-teman semua dalam mengabdikan diri kepada Himpunan tercinta, dan kalian adalah penyambung tongkat estafet kepemimpinan yang selanjutnya” Ucap Ishak dalam penutupan.

Sebanyak 22 peserta, dengan 1 orang Eksternal (kader titipan) dan 21 orang Internal (Komuni), dinyatakan lulus dan resmi menjadi kader HMI setelah melalui seluruh rangkaian proses. Kegiatan ditutup dengan pembacaan ikrar kader.


Pewarta : Lukman
Editor     : Amrozi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...