Langsung ke konten utama

Langkah Awal Penguatan Nilai Kesadaran dan Integritas pada Diri Kader, HMI Cabang Surabaya Komisariat Syari'ah Sunan Ampel Sukses Gelar Latihan Kader 1

HMI Cabang Surabaya Kom Syari'ah Sunan Ampel
Gelar LK 1 di Villa Bukit Tlekung(Dok: Istimewa)

Batu, LAPMI - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surabaya komisariat Syari’ah Sunan Ampel sukses menyelenggarakan Latihan Kader 1 (LK-1) sebagai langkah awal perjalanan seorang mahasiswa berproses dalam organisasi HMI, kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari, sejak Kamis malam (13/11/2025) hingga Minggu (16/11/2025), bertempat Villa Bukit Tlekung kota Batu Jawa Timur. Kegiatan ini mengusung tema “Terbentuknya Insan Akademis Berkualitas Yang Sadar Peran Organisasi dan Tanggung Jawab Sebagai Kader Ummat dan Bangsa”.

Kegiatan LK1 ini merupakan agenda kaderisasi dasar dalam struktur keorganisasian HMI. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal bagi seorang mahasiswa yang ingin tergabung menjadi bagian dari keluarga besar HMI.

Dalam agenda ini ketua umum Komisariat Syari’ah Sunan Ampel Surabaya (M. Nur Alifan Zainal Muttaqin) menyampaikan dalam sambutannya ketika opening ceremony LK 1 “ untuk teman-teman calon kader dalam acara LK 1 ini, kalian akan ditempa untuk berfikir kritis dan akan dikenalkan HMI. mental kalian akan ditempa dan dipaksa untuk bisa berbicara menggunakan dasar serta data, jadi jangan pernah malu-malu untuk menanyakan apapun itu. 4 hari ini gunakan dengan sebaik mungkin, ambil ilmu sebanyak banyaknya, ini langkah awal agar kalian bisa masuk dalam Himpunan Mahasiswa Islam”.

Kegiatan Latihan Kader 1 ini dibuka secara langsung dan simbolis oleh Ketua Umum HMI Cabang Surabaya (M. Elok Hakan Multazam) dalam seremoni pembukaan yang dihadiri beberapa perwakilan pengurus HMI Cabang Surabaya dan BPL HMI Cabang Surabaya serta seluruh pengurus HMI Komisariat Syari’ah Sunan Ampel, Multazam Menyampaikan “Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, HMI hadir bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi sebagai laboratorium peradaban, tempat setiap kader dibentuk dengan kecerdasan spiritual, ketajaman intelektual, dan keluhuran akhlak. Melalui forum ini, saya berharap setiap peserta mampu menemukan kembali jati dirinya sebagai mahasiswa muslim yang tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga bertindak etis; tidak hanya berwawasan luas, tetapi juga berintegritas”.

“Semoga LK1 ini menjadi pintu awal perjalanan panjang kalian dalam menunaikan tanggung jawab sejarah: mewujudkan insan cita dan membangun peradaban yang berkeadilan”. ujarnya 

Selama empat hari, ditemani dengan dinginnya suasana kota batu yang asri peserta sangat antusias dalam mengikuti berbagai materi, yakni Sejarah Peradaban Islam dan Sejarah Perjuangan HMI, Kepemimpinan, Keindonesiaan, Nilai Dasar Perjuangan HMI, Konstitusi, Manajemen dan Keorganisasian, Teknik Persidangan, dan Analisis Sosial, Strategi dan Taktik. Kegiatan forum ini ada kegiatan Stadium General yang diisi oleh pemateri dari alumni HMI Uin Sunan Ampel Surabaya yakni : Dr. Hasbullah Hilmi. selaku dosen Febi Uin Sunan Ampel Surabaya, Muhammad Toyib selaku Kpu Kota Malang, Ahmad Hadiri Selaku Kemenag Kota Malang. Tujuan Stadium General ini yang diisi Alumni yang berkiprah di masyarakat guna memotivasi semangat kader baru HMI tahun 2025 untuk terus berproses dan semangat bersama dalam keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam.

Minggu malam (16/11/2025), kegiatan resmi ditutup yang disertai dengan laporan oleh Ketua Pelaksana, Arif Muhammad Afandi. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu mensukseskan kegiatan pengkaderan wajib HMI ini, serta kepada kader baru tahun 2025 yang telah menjalani proses dengan semangat dan komitmen tinggi. Kegiatan penutupan ini dilaksanakan Pelantikan dan Pembacaan ikrar kader baru HMI tahun 2025, yang di pimpin langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Surabaya (M. Elok Hakan Multazam). Kemudian ada sambutan dari ketua HMI Komisariat Syari’ah “Untuk teman-teman angkatan 2025 saya ucapkan selamat datang di keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Syariah Sunan Ampel, kalian baru saja di baiat dan resmi menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam, dan jadikanlah organisasi ini sebagai wadah untuk mengasah kemampuan kalian, serta semangat berproses di dalam himpunan ini, dan anggaplah komisariat sebagai rumah kalian” Ujar Alifan sebagai penutup.

Kegiatan ini diikuti oleh Puluhan mahasiswa khususnya dari Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya dan ada satu orang dari Fakultas Syari’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Kader Delegasi), para kader tersebut dinyatakan lulus dan resmi menjadi kader HMI setelah melewati rangkaian proses kegiatan Latihan Kader 1.


Pewarta : Amrozi
Editor     : Ai Novia H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

Antara HMI atau Kadernya yang Hilang Arah Saat Ini?

  Mijar Alif Fahmi (Terpenting Isinya Bukan Titelnya) Malang, LAPMI -  Sudah saatnya kita berhenti sebentar dan merenung dalam-dalam: yang benar-benar hilang arah itu siapa? HMI-nya, atau justru kader-kadernya? Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai alarm keras atas kenyataan pahit yang makin sulit diabaikan. Di tengah kebanggaan atas sejarah dan romantisme masa lalu HMI, kita harus berani menatap cermin dan mengakui bahwa ada yang tidak beres. Ada yang tidak sedang berjalan ke arah yang benar. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sering dielu-elukan sebagai laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka perjuangan umat dan bangsa, serta gudangnya intelektual Muslim. Namun hari ini, ketika kita menyelami realitas yang terjadi, muncul pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus menyakitkan: apakah HMI yang kehilangan arah, atau kader-kadernya yang tersesat dan lupa jalan pulang? Pertanyaan ini tak akan menemukan jawabannya jika kita hanya berlindung di balik kebanggaan str...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...