Demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI Jakarta. Sumber foto: Kompas.com
Lentera Malang- Beberapa hari terakhir, Indonesia diwarnai gelombang aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di berbagai daerah. Berbagai media melaporkan, demonstrasi tercatat berlangsung di sejumlah kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Palembang, Lampung, Bengkulu, Pekanbaru, Solo, Kendari, hingga Banjarmasin. Dengan sebaran tersebut, aksi mahasiswa diperkirakan berlangsung di sedikitnya puluhan titik aksi yang berbeda dengan tuntutan meliputi persoalan ekonomi, pengelolaan anggaran negara, serta kualitas demokrasi Indonesia.
Aksi pertama digelar pada 12 Juni 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Hal itu langsung menjadi sorotan nasional bahkan internasional. Ribuan mahasiswa turun ke jalan menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai semakin membebani masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan biaya hidup. Aksi tersebut kemudian berlanjut dalam beberapa hari berikutnya dan menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.
Dari berbagai laporan media, setidaknya lima tuntutan yang menjadi benang merah aksi demonstrasi di berbagai daerah. Antara lain mahasiswa mendesak pemerintah untuk menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, menolak perluasan peran militer dalam ranah sipil, mengakui berbagai kesalahan kebijakan dan lebih terbuka terhadap kritik publik.
Menurut para penggerak aksi, berbagai tuntutan tersebut lahir dari keresahan masyarakat yang menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, terbatasnya lapangan pekerjaan, serta kekhawatiran terhadap arah pengelolaan keuangan negara.
Tak kalah menjadi sorotan, gelombang demonstrasi ini tidak hanya menjadi perhatian nasional. Sejumlah media internasional seperti Reuters, AFP, dan ABC Australia turut menyoroti demonstrasi mahasiswa Indonesia.
Demonstrasi yang berlangsung di berbagai daerah bukan hanya soal kenaikan BBM atau program tertentu, melainkan juga tentang harapan agar pembangunan nasional berjalan lebih transparan, berpihak kepada rakyat, dan tetap berada dalam koridor demokrasi.
Redaksi Lentera Malang
.jpg)
Komentar
Posting Komentar