![]() |
| (Doc: Lapmihmimalang) Potret Dialog Anggota DPRD Kota Malang bersama Massa Aksi |
Lentera Malang - Kawasan Bundaran Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang dipenuhi ratusan mahasiswa berpakaian serba hitam pada Senin (15/6/2026) sore. Massa yang tergabung dalam Aliansi BEM Malang Raya ini menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Aksi yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB ini sempat membuat arus lalu lintas sekitar lokasi merayap. Penggunaan pakaian serba hitam diakui massa sebagai simbol duka atas kondisi demokrasi saat ini.
"Kami menilai banyak kebijakan pusat yang tidak berpihak pada rakyat kecil dan berpotensi memperburuk perekonomian. Kami menuntut efisiensi serta transparansi APBN," tegas Muhammad Azhar Zidan. Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB).
Ultimatum 3×24 Jam untuk Anggota Dewan
Setelah sempat terjadi aksi saling dorong, jajaran anggota DPRD Kota Malang akhirnya keluar untuk menemui massa dan menerima aspirasi mereka. Meski begitu, mahasiswa memberikan ultimatum keras: pemerintah daerah wajib meneruskan tuntutan ini ke pusat dalam waktu 3×24 jam. Jika diabaikan, mereka mengancam akan menggelar aksi dengan massa yang jauh lebih besar.
Berikut 5 Tuntutan Utama Massa Aksi
1. Transparansi APBN: Menuntut efisiensi dan pengelolaan anggaran negara yang bersih serta terbuka.
2. Turunkan Harga Pokok & BBM: Mendesak stabilitas harga demi meringankan beban ekonomi masyarakat.
3. Tolak Program MBG & Koperasi Desa: Meminta pembatalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih karena dinilai belum jelas arah kebijakannya.
4. Hentikan Dwifungsi TNI/POLRI: Menolak kembalinya peran ganda aparat dalam ranah sipil dan pemerintahan.
5. Stop Sikap Anti-Kritik: Mendesak pemerintah untuk membuka ruang dialog yang sehat dan mengakui evaluasi publik.
Massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 17.00 WIB, dengan komitmen akan terus mengawal transparansi anggaran di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok.

Komentar
Posting Komentar